Sunday, February 25, 2007

teman

Sudah mulai kulupakan bagaimana tuk merasa gelak tawa berasamamu, walau terbalut semua dalam satu ruang dihatiku, aku tak ingin dirimu menjadi yang terlupakan. Takkan ku izinkan waktu menjamah kenangan ini. Bersamamu habiskan waktu untuk bermimpi, andai ku tahu mimpi itu Cuma semu belaka, kan kuracuni dirimu agar tak terlarut dalam mimpi itu.
Sayapku kini telah hancur, karena kumemaksa terbang terlalu tinggi, tubuhku kini terlalu lelah karena kuberlari terlalu jauh. Janganlah berharap untuk menemukanku dalam terang karena dalam terang semua kebusukanku kan membunuhmu. Karena aku bukanlah aku yang dapat menemanimu tuk bermimpi lagi.

teruntukmu kurt, dari salah seorang penggemarmu !!

Selama tulang-tulang gue tumbuh, mulai dari gue yang belum mengenal apa enaknya membuat sebuah lagu sampai sekarang yang udah kenal apa itu alat kontrasepsi, gue udah mulai mengagumi loe. Dari cara loe nyanyi dengan gitar kidal, sikap loe yang jadi pemakai (untuk yang satu itu gue ngga bakal nyentuhnya, dan ngga akan pernah mau nyoba), sampai semua karya loe gue nikmain sebagai masterpiece dari seorang artis (seniman) yang udah jadi legenda. Semua about you gue coba untuk menikmatinya.
Loe udah lama jadi panutan gue, mungkin udah lebih dari panutan. Tanpa sadar gue mulai mengimitasi setiap apa yang gue anggap loe lakuin, tapi akhirnya gue sadar gue bukanlah loe dan gue kayaknya ngga akan pernah jadi kaya loe, walaupun Cuma enam puluh lima persen aj. Gue adalah gue, tapi sayangnya sampai sekarang gue ngga tau gue itu kaya apa, dan akan menjadi apa, sekarang gue Cuma bisa memaki bermodalkan kata-kata kotor yang gue liat dari kehidupan ini. Gue Cuma bisa bilang terima kasih walaupun gue tau loe ngga akan tau bahwa ada satu penggemar yang udah sangat empati dengan loe.
Dan udah saatnya penggemarmu ini punya kehidupanya sendiri, tanpa bayang-bayang loe. Gue Cuma ingin punya kenangan sendiri yang bisa gue banggain, klo gue ini hidup dan mempunyai jiwa sendiri.