Friday, November 06, 2009

Sepenggal 6:56

apakah aku...
hitam putih mungkin cuma abu-abu
dari sisi mana pun tak terlihat cuma dentingan kenangan
dan yang kumatikan adalah rasa untuk berempati dan mungkinkah

seuntai mimpi untuk terus bersama dan
kini tak bisa terlupa saat kenyataan yang ada
kehilangan diri dalam diri, ini merupakan titik nadir
dengan apakah yang menemani diri

selintas itu kebahagiaan
dan jengah membuat lupa apa yang kutertawakan
selintas itu halusinasi
tapi apakah sesakit seorang anorexia

diam dan diam dalam petuah malam
kebosanan menyeringai menunjukkan siapa kemerdekaan
perumpamaan yang tak lekang jaman
kamu dan mereka ternyata bukanlah aku

Friday, February 06, 2009

Postulat Hitam

Perilaku diriku tak kumengerti
merasakan kegamangan mencari suatu arti
belajar untuk membenci perubahan
mungkinkah ego ini kan bertahan

perlahan mereka memperkosa jiwa
pemikiran radikal yang tak pernah memperdulikan nyawa
ku yakin ku bukanlah yang pertama
tapi tetap ini menjadi sebuah dilema

saat semua tersenyum apa yang kan kulakukan
saat semua terbungkam apa yang sebenarnya kuinginkan
matahari bukanlah cahayaku
bulan bukanlah pelindungku

setiap letupan detik ku sendiri
takkan pernah ada tempat untukku berlari
dalil-dalil pun menjadi pembenaran
ketika takkan pernah ada lagi yang menjadi sandaran

Friday, January 16, 2009

Anti-love potions

Sesuatu mengharuskanku untuk menyukaimu
menutupi karatnya sebuah penantian yang mungkin tak pernah ada ujungnya
menguburkan semua keraguan dalam peti mati yang mereka sebut itu hati
tak berdaya, kurasa ku telah menjadi manekin
dalam setiap perhentian detik
kuakui isi kepala ini, semua hanyalah tentang dirimu

kurasakan pheromones dirimu setiap kali kuhela napas ini
membangkitkan hasrat ingin bertemu
entah sampai kapan tak perduli mungkin sampai nanti
peraduan yang selalu diimpikan, sisa perjalanan yang akan kuakhiri
mungkinkah hadirnya dirimu itu menghampiri

hampir gila, menjadi pesakitan dalam rumah pesakitan
didiagnosa telah mengidap syndrome of loverine
tak pernah ada penawarnya walaupun itu anti- love potions
mungkinkah hanya tinggal menunggu mati

Dimanapun dirimu, mungkin terlalu naif
untuk pertama dan terakhir kalinya
ku undang dirimu dalam perjamuan terakhir
dalam dimensi ruang dimana hanya dirimu dan diriku
dan takkan ada detik-detik yang kan mengusik
selalu ku kan menunggu dan menunggu
disini dalam pembaringan terakhirku