Wednesday, June 27, 2007


Portray sincerity
Act out of loyalty
Defend your free country
Wish away the pain
Hand out lobotomies
To save little families
Surrealistic fantasy
Bland, boring pain!

Holy now in restitution
Living out our date with Fusion
In our whole fleece shun in bastard
Don't feel guilty, master writing

Somebody said that they're not much like I am, I know I can
Make enough up the words as you go along, I sing then some

Sickening pessimist hypocrite master
Conservative Communist apocalyptic bastard
Thank you Dear God for putting me on this Earth
I feel very privileged in debt for my thirst!

Holy now in restitution
Living out our date with Fusion
In our whole fleece shun in bastard
Don't feel guilty, master writing

Somebody said that they're not much like I am, I know I can
Make enough up the words as you go along, I sing then some

Wednesday, June 13, 2007

terindah yang lalu

Takut untuk menatap masa depan, mungkin hanya akan tersingkir dari peradaban, penduduk langit pun tahu aku hanya ingin sesuatu itu, dan merekapun tahu hanya dirinya yang bisa memberikan kepadaku semua, yang kurasa itu surga dunia.

Entah tulus atau terpaksa, aku lalui dengan hampa..

Berapa pun lama yang dibutuhkan untukku menyangkal, waktu tidak akan pernah menjadi obatnya, kemanapun aku pergi, daya khayalku selalu melihat dirinya. Meskipun begitu aku bersyukur telah melihat yang terindah, kuakui dirinyalah yang terindah.

Wednesday, April 25, 2007

Dirty dirt

look now I'm in pain...
really had bad pain
still I don't have any clue
where I supposed to cry
is it me...
with broken hopes
lying into the dirt
burry me...
burry me...
cause I don't care again....
my dearest
I still need your clitero


Monday, April 09, 2007

dia

betapa suci pikirnya saat menyembunyikan tangis dalam senyum yang
kelihatan sangat dipaksakan... dan kuingin menyelamatkannya dari
kesengsaraan yang indah.

dia

betapa suci pikirnya saat menyembunyikan tangis dalam senyum yang
kelihatan sangat dipaksakan... dan kuingin menyelamatkannya dari
kesengsaraan yang indah.

Saturday, March 03, 2007

kaldera

Malam sunyi ditemani kekosongan…
Mencoba rubah kekolotan yang selama ini dirasakan penjara
Membuka pintu yang amat terlarang untuk dijamah
Tahu tapi seakan menutup rasa inginkannya
Jika terlalu disukai hal itu akan dengan pasti
Membawa pada kehancuran.
Kaldera hanyalah sebuah nama, dan kehidupan hanyalah fana
Walau terkadang membisu seribu bahasa, sesungguhnya takkan pernah binasa
Hiduplah yang membuat seorang berkelana mencari makna hidup
Ciptaan Tuhan yang terlalu jengah akan garis tangannya sendiri
Kadang kita seakan lupa, entah apa yang ada dalam isi kepala
Membungkam hati nurani, dan memandang pengorbanan untuk keabadian
Mata kita tertutup…
Tinggal menunggu waktu, dan
Kehancuran telah mengetuk pintu yang amat teramat dilarang untuk dijamah.

Sunday, February 25, 2007

teman

Sudah mulai kulupakan bagaimana tuk merasa gelak tawa berasamamu, walau terbalut semua dalam satu ruang dihatiku, aku tak ingin dirimu menjadi yang terlupakan. Takkan ku izinkan waktu menjamah kenangan ini. Bersamamu habiskan waktu untuk bermimpi, andai ku tahu mimpi itu Cuma semu belaka, kan kuracuni dirimu agar tak terlarut dalam mimpi itu.
Sayapku kini telah hancur, karena kumemaksa terbang terlalu tinggi, tubuhku kini terlalu lelah karena kuberlari terlalu jauh. Janganlah berharap untuk menemukanku dalam terang karena dalam terang semua kebusukanku kan membunuhmu. Karena aku bukanlah aku yang dapat menemanimu tuk bermimpi lagi.

teruntukmu kurt, dari salah seorang penggemarmu !!

Selama tulang-tulang gue tumbuh, mulai dari gue yang belum mengenal apa enaknya membuat sebuah lagu sampai sekarang yang udah kenal apa itu alat kontrasepsi, gue udah mulai mengagumi loe. Dari cara loe nyanyi dengan gitar kidal, sikap loe yang jadi pemakai (untuk yang satu itu gue ngga bakal nyentuhnya, dan ngga akan pernah mau nyoba), sampai semua karya loe gue nikmain sebagai masterpiece dari seorang artis (seniman) yang udah jadi legenda. Semua about you gue coba untuk menikmatinya.
Loe udah lama jadi panutan gue, mungkin udah lebih dari panutan. Tanpa sadar gue mulai mengimitasi setiap apa yang gue anggap loe lakuin, tapi akhirnya gue sadar gue bukanlah loe dan gue kayaknya ngga akan pernah jadi kaya loe, walaupun Cuma enam puluh lima persen aj. Gue adalah gue, tapi sayangnya sampai sekarang gue ngga tau gue itu kaya apa, dan akan menjadi apa, sekarang gue Cuma bisa memaki bermodalkan kata-kata kotor yang gue liat dari kehidupan ini. Gue Cuma bisa bilang terima kasih walaupun gue tau loe ngga akan tau bahwa ada satu penggemar yang udah sangat empati dengan loe.
Dan udah saatnya penggemarmu ini punya kehidupanya sendiri, tanpa bayang-bayang loe. Gue Cuma ingin punya kenangan sendiri yang bisa gue banggain, klo gue ini hidup dan mempunyai jiwa sendiri.